Jumat, 01 Juni 2012

Bercinta Dengan 2 Orang Sahabat


Pengalamanku kali ini berawal dari hari ulang tahunku yang ke 32.Kebetulan ulang tahunku kali ini pas jatuh pada hari Minggu, maka aku melewatkannya di rumah saja bersama anakku satu-satunya yang baru berusia 5 tahun.Sempat juga aku teringat pada mantan suamiku, karena tahun lalu kami masih merayakan ulang tahunku bersama.Kami baru bercerai beberapa bulan yang lalu.
Sore-sore, ada SMS masuk. Jantungku langsung bergemuruh ketika membaca pengirimnya: Tomi, salah satu selingkuhanku yang sekarang bekerja dan berdomisili di Semarang. Aku senang sekali karena ternyata dia masih ingat ulang tahunku.Tomi memang termasuk laki-laki yang romantis, dia selalu memperhatikan hal-hal kecil yang dapat membuat hatiku senang.Usianya lebih muda 2-3 tahun dibanding aku, belum berumah tangga, tapi pengalaman sex-nya lumayan.
Yang lebih membuat aku girang luar biasa, ternyata Tomi ada di Jakarta.Dia bilang melalui SMS, dia sengaja datang untuk merayakan ulang tahunku.
“Aku selalu kangen sama kamu,” tulisnya.“Aku juga,” balasku.“Kamu kangen apanya?”“Kangen jepitannya!””Jepitan yang mana?Yang atas apa yang bawah?”“Dua-duanya!”
Aku selalu berdesir-desir kalau menerima SMS seperti itu dari Tomi. Bukan apa-apa, obrolan seperti itu selalu mengingatkan aku pada petulangan-petualangan sex yang pernah kami lakukan.Tomi termasuk pandai bermain cinta, itu sebabnya hubungan kami termasuk langgeng, sudah berjalan hampir 4 tahun.Dengan cowok-cowok lain aku lebih suka untuk tidak menjalin hubungan berlama-lama.
Singkat cerita, kami janji bertemu di sebuah hotel yang dulu termasuk sering kami pakai untuk rendezvous. Aku datang lebih dahulu, langsung cek in, lalu menunggu Tomi di dalam kamar.Aku SMS Tomi untuk memberitahu nomor kamar.
“Aku masih di jalan,” balas Tomi. “Macet, padahal udah ngaceng nihhh…” “Ya udah, dielus-elus aja dulu, sementara nunggu jepitan nikmat.” “Aku gak sabaran nih, udah dari kemaren ngebayangin ML sama kamu.” “Aku jadi ngebayangin punyamu, lagi ngaceng, keras, gede.Pasti sedap tuh diisep.”“Emang cuma mau ngisep?”“Aku sih cuma mau ngisep, tapi gak tau deh memekku!” ”Uuuuh, jadi makin ngaceng nih, tau?! Awassss yaaa!”“Memekku juga mulai basah tau, Yang?!”“Tolong rabain memek kamu untukku.”“Gak usah diajarin, dari tadi juga udah kuraba-raba!” Kami terus ber-SMS ria sementara Tomi dalam perjalanan menuju hotel. Pintu kamar sengaja tidak kukunci supaya Tomi dapat langsung masuk.Aku rebahan di ranjang dengan gelisah.Kirim-kiriman SMS seperti itu membuat aku terangsang hebat.Vaginaku benar-benar basah, buah dadaku mengeras, tidak sabar ingin cepat-cepat mereguk nikmat bersama Tomi.
Untungnya Tomi muncul tidak lama kemudian.Karena sudah kuberitahu bahwa pintu kamar tidak kukunci, dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu.Aku sedikit terkejut, tapi senang sekali.Tanpa beranjak dari ranjang, kukembangkan kedua tanganku untuk menyambut Tomi dengan pelukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar